Fondasi Utama Keimanan dalam Islam
Oleh: Aizatul Rodiyah
Semester 2, Prodi Pendidikan Bahasa Arab
Universitas Islam KH Achmad Muzakki Syah
Ilmu Tauhid merupakan salah satu cabang ilmu pokok dalam ajaran Islam. Ilmu ini menjadi dasar utama dalam menanamkan keyakinan bahwa Allah SWT adalah Tuhan yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Sebagaimana dikatakan dalam Al-Qur’an, “Katakanlah: Dialah Allah Yang Maha Esa” (QS. Al-Ikhlas: 1). Ilmu Tauhid bukan hanya menjadi kajian teoritis, tetapi juga menjadi landasan praktis dalam setiap aspek kehidupan seorang Muslim.
Dalam tradisi Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) Nahdlatul Ulama (NU), Ilmu Tauhid tidak hanya menjadi bagian dari kurikulum pendidikan agama, tetapi juga menjadi pondasi dalam membangun kepribadian yang moderat, toleran, dan berakhlakul karimah. Mahasiswa sebagai generasi penerus umat Islam diharapkan mampu memahami dan mengamalkan Ilmu Tauhid sebagai pedoman hidup.
Secara bahasa, tauhid berarti mengesakan Allah. Sedangkan secara istilah, Ilmu Tauhid adalah ilmu yang mempelajari bagaimana cara meyakini dan mengesakan Allah dalam zat, sifat, dan perbuatan-Nya. Ulama Aswaja menekankan bahwa mempelajari Ilmu Tauhid harus dilakukan dengan metode yang sesuai dengan dalil naqli (Al-Qur’an dan hadis) dan dalil aqli (akal yang sehat).
Dalam tradisi pesantren Nahdlatul Ulama, Ilmu Tauhid biasa disebut juga sebagai Ilmu Kalam. Para ulama Aswaja, seperti Imam Abu Hasan Al-Asy’ari dan Imam Abu Manshur Al-Maturidi, telah meletakkan kerangka metodologinya. Mereka mengajarkan bahwa tauhid harus dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari agar menjadi sumber motivasi dan petunjuk dalam berperilaku.
Ilmu Tauhid memiliki urgensi yang sangat tinggi, antara lain: Menjadi dasar diterimanya ibadah. Semua amal ibadah harus dilandasi dengan keyakinan yang lurus. Tanpa tauhid yang benar, ibadah akan sia-sia.
Membentengi umat dari aliran sesat. Dalam perkembangan zaman, muncul banyak pemikiran yang menyesatkan. Ilmu Tauhid menjadi benteng utama untuk menghindari penyimpangan akidah.
Membangun akhlak mulia. Pemahaman yang benar tentang keesaan Allah akan membentuk pribadi yang rendah hati, penuh kasih sayang, dan toleran terhadap sesama.
Dalam artikel NU Online berjudul Pentingnya Ilmu Tauhid sebagai Dasar Keimanan, dijelaskan bahwa Ilmu Tauhid merupakan syarat utama tegaknya iman seseorang. Hal ini sejalan dengan hadits Rasulullah SAW, “Sesungguhnya Allah tidak menerima amal kecuali yang dilakukan dengan ikhlas dan benar” (HR. Ibnu Majah). Ikhlas hanya dapat diwujudkan dengan pemahaman tauhid yang lurus.
Nahdlatul Ulama sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia memiliki perhatian yang besar dalam penguatan akidah umat melalui pembelajaran Ilmu Tauhid. Di lingkungan pesantren NU, kitab-kitab akidah seperti Kitab Aqidatul Awam dan Kitab Ta’limul Muta’allim menjadi rujukan utama. Kitab-kitab ini menekankan pentingnya akidah yang benar dan menghindarkan umat dari pemahaman yang keliru.
Dalam tradisi Aswaja, prinsip tanzih (pensucian Allah dari segala kekurangan) menjadi salah satu ajaran pokok. Ini berarti Allah SWT tidak serupa dengan makhluk apa pun, dan sifat-sifat-Nya sempurna. Hal ini juga menjadi ciri khas pemahaman tauhid NU yang moderat, tidak berlebihan dalam menafsirkan sifat-sifat Allah, dan tidak pula menolak sifat-sifat-Nya.
Sebagai mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Arab di Universitas Islam KH Achmad Muzakki Syah, Ilmu Tauhid menjadi sangat penting. Ilmu ini tidak hanya dipelajari secara teoritis di bangku kuliah, tetapi juga menjadi panduan dalam aktivitas dakwah dan pengabdian kepada masyarakat. Pemahaman yang benar akan Ilmu Tauhid akan mendorong mahasiswa untuk menjadi pribadi yang berakhlakul karimah, bijak, dan mampu menjaga kerukunan dalam kehidupan sosial.
Selain itu, Ilmu Tauhid juga menjadi dasar bagi mahasiswa untuk memahami nilai-nilai toleransi dan menghargai perbedaan, yang menjadi prinsip penting dalam masyarakat multikultural. Sebagaimana dijelaskan oleh para kiai dan ulama NU, tauhid yang kuat akan memunculkan sikap tawadhu’, saling menghormati, dan menolak radikalisme yang merusak persatuan bangsa.
Referensi
NU Online. (2020). Pentingnya Ilmu Tauhid sebagai Dasar Keimanan. https://www.nu.or.id
Kitab Ta’limul Muta’allim, karya Syaikh Az-Zarnuji
Kitab Aqidatul Awam, karya Syaikh Ahmad Al-Marzuqi
Materi kuliah Ilmu Tauhid di lingkungan pesantren dan kampus Nahdlatul Ulama